MAJALAH TARBAWI PDF

Posted by: gemadakwah Posted date: Dalam hitungan menit, masjid itu hanya terisisa atapnya saja, selaian fondasi dan ventilasi semen, bercampur dengan karpet. Tinggalah tumpukan sampah, akibat kebiadaban bulldozer-buldozer Zionis yang melululantakan sisa-sisa masjid yang ada di wilayah tersebut. Pasir, semen, dan besi beton teronggok bersama debu yang berterbangan.

Author:Taular Tygogal
Country:Tajikistan
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):10 November 2011
Pages:498
PDF File Size:2.18 Mb
ePub File Size:10.38 Mb
ISBN:624-9-75836-954-8
Downloads:27739
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Galkree



Posted by: gemadakwah Posted date: Dalam hitungan menit, masjid itu hanya terisisa atapnya saja, selaian fondasi dan ventilasi semen, bercampur dengan karpet.

Tinggalah tumpukan sampah, akibat kebiadaban bulldozer-buldozer Zionis yang melululantakan sisa-sisa masjid yang ada di wilayah tersebut. Pasir, semen, dan besi beton teronggok bersama debu yang berterbangan. Di Rahat, terdapat 55 ribu warga. Kebanyakan pura-pura tidur. Lampu di sejumlah rumah tampak tak menyala.

Tirai-tirai yang biasanya tampak di jendela tak kelihatan lagi. Seolah tirai menjadi barang yang langka di kampong itu. Semua yang datang ke tempat itu dengan satu tujuan, menghancurkan minimal satu bangunan. Jumlah ini sangat sedikit ketimbang yang dajukan para pakar untuk memprovokasi para polisi. Umumnya mereka memakai pakaian hitam-hitam, berselendang pentungan karet dan membentuk pagar manusia di sekitar Masjid Rahat. Selain terdapat sejumlah mobil panser juga terdapat mobil untuk mengangkut warga yang tampak ketakutan di sekelilingnya.

Sebagian batu-batu berterbangan jatih di sekitar polisi, namun tidak ada satu yang mengenainnya. Neemtrok belum terjadi di sana. Tidak tiap hari terjadi penghancuran masjid oleh kepolisian Zionis di tengah-tengah orang Arab, tidak juga terjadi tiap tahun dan secara langsung.

Eksekusi dilaksanakan, dua jam setelah Netanyahu bersama keluarganya mengnjungi Amerika. Demikian juga ketika proses eksiekusi terhadap kapal Mavi Marmara yang mengangkut bahan bantuan untuk Gaza, Netanyahu sedang berada di luar negeri. Dua eksekusi penyerangan dilakukan dalam waktu tak kurang dari jam setelah persetujuan Netanyahu.

Bangunan yang dihancurkan di wilayah 32 Rahat, bukan hanya masjid. Itupun bertentangan dengan undang-undang hasil mediasi dengan pihak Arab. Mereka juga mengancam akan menghancurkan ribuan bangunan lainya. Hanyalah Masjid Rahat yang katanya dibangun tanpa izin dari pemerintah. Selain itu, masjid ini dibangun oleh garakan Islam di wilayah Palestina 48 pimpinan Raed Shalah. Gerakan Raed Shalah inilah yang menciptakan hubungan tidak baik antara bangsa Yahudi dan Arab di Israel.

Salah satu senjatanya adalah isolasi, provokasi yang merupakan tujuan mereka dalam mengubah masyarakat Arab secara bertahap agar Israel menjadi tuan rumah di setiap distrik yang dihuni bangsa Arab. Masjid Rahat bukanlah satu-satunya bangunan untuk memenuhi kebutuhan orang Islam dalam rangka menjalankan kewajiban agamanya berupa sholat, tetapi juga berfungsi sebagai pemberontakan terhadap hegemoni undang-undang Israel.

Pada 18 April lalu, kepala distrik Rahat telah menyampaikan pada pengadilan Zionis, bahwa dirinya membatalkan penghancuran masjid Rahat. Surat tembusanya sudah diberikan kepada Jenderal wilayah selatan yang berada di departemen dalam negeri Heller Sharah. Ia mengatakan, saya menolak rencana penghacuran ini, karena tekanan di masyarakat yang semakin hari semakin besar. Sebelumnya memang saya yang membuat keputusan penghancuran masjid, karena saya melihat bangunan ini didirrikan tanpa izin.

Akan tetapi karena prosesnya ditunda-tunda terus, maka masjid ini menjadi salah satu masji terbesar di Rahat. Oleh karena itu, setiap upaya penghancuran dari pemerintah akan berhadapan dengan kekuatan rakyat yang besar pula.

Bahkan tidak menutup kemungkinan akan mengaibatkan banjir darah. Akibatnya bisa ditebak, bentrokan antara warga dan polisi tak terelakan lagi. Ini terjadi pada hari berikutnya dan di tempat lainya juga. Apa yang masuk ke Rahat akan keluar di Wadi Ara atau di Nazaret. Maka kehancuran lambat laun akan mendekati dua gerakan ini. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, "Tenanglah … belum datang saatnya bagimu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, "Wahai Manusia, apa ini?

Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan dari maksiat kepada Allah? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi! Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang. Labbaika Ya Allah, kami kembali kepada-Mu.

Mereka merusak pohon, tanaman, keturunan, menyita rumah dan membakar masjid dan mushaf Al-Quran. Rabi Israel dan bapak spiritual partai ekstrim Aovadia Yosep beberapa saat lalu mengeluarkan statemen melecehkan semua manusia dari bangsa dan etnis manapun. Ketika itu ia bicara bahwa tuhan - dalam pandangannya — hanya milik yahudi, bukan milik manusia lainnya. Manusia di sekeliling yahudi tanpa membedakan Arab, non Arab, Barbar, Amerika dan barat adalah binatang ternak dalam wujud manusia yang diciptakan untuk melayani yahudi.

Sehingga sah bila mereka digunakan sebagai tameng manusia untuk menjaga serdadu yahudi. Zionis berinovasi dengan ideologi baru yang khas dengan demokrasi gayanya sebagai entitas. Kemudian ia meminta kepada Palestina, Arab dan dunia untuk mengakuinya sebagai Negara yahudi dengan kekhususan etnis, rasis dan kelompoknya. Belakangan, sejak barat mendirikannya dengan segala fasilititas yang diberikan, Israel mengumumkan dirinya memiliki reactor nuklir.

Kemudian menyatakan dengan penuh pongah bahwa nuklir itu bukan untuk tujuan damai atau penelitian dan pengembangan namun untuk tujuan militer. Bahkan ia siap menghadapi dunia dari Korea hingga Iran. Sementara Amerika menyatakan bahwa Sudah selatan sudah dipastikan melakukan referendum disintegrasi meski dengan kekuatan. Belakangan lagi dokumen resmi militer dan keamanan resmi diungkap oleh situs Wikileaks.

Dokumen itu menelanjangi mereka dari gelar kebesaran, pemimpin, nasionalise, guru besar karena menggelar aksi pembunuhan, penghancuran, pembantaian dan pemerkosaan yang bertentangan dengan semua undang-undang dan piagam kemanusiaan. Sementara di sisi lain, tingkat kepedulian terhadap masalah Palestina dari media Arab dan politik menurun.

Namun tak ada satupun pasal yang diterapkan Israel sejak 16 tahun sejak pasal-pasal itu dibuat Tim Kuartet Internasional. Meski demikian, koordinasi keamanan dan kerjasama antara otoritas Palestina pimpinan Abbas dan Israel terus berlanjut mengejar perlawanan, memblokade Gaza, yang didukung sebagian Negara Arab dan dilanjutkan dengan perundingan.

Dari realitas di atas bisa disimpulkan. Klaim peradaban dan budaya demokrasi barat tidak seperti yang diimpikan oleh orang-orang yang cekak pengetahuan dari kalangan intelek kita. Beda penerapannya di barat untuk barat, dan di barat untuk timur Arab dan dunia Islam. Artinya, dalam menghadapi pemikiran Islam, gagasan Syura, menghormati pendapat dan kebebasan, kesamaan suara, barat lihai dalam berteori soal demokrasi.

Namun barat tidak bisa memberikan contoh. Akhirnya mereka juga menganulir perbedaan jender, warna kulit dan tingkat pendidikan, ekonomi di barat itu sendiri. Lihat misalnya, apakah jumlah perempuan di pucuk pimpinan dan cabinet di barat seimbang dengan jumlah yang diwakilinya?

Bagaiman barat memperlakukan kita dalam masalah-masalah yang terkait dengan kepentingan mereka atau bukan kepentingan mereka? Di satu sisi mereka ngotot soal disintegrasi di Selatan Sudan, tapi pada saat yang sama mereka tidak menghormati Sudan itu sendiri. Sejumlah realitas terungkap bahwa konflik di kawasan kita memiliki empat ciri; pertama, hubungan barat dan kita adalah kontradiksi dan hubungan konflik. Artinya, barat selalu menjadi hakim. Sementara di kalangan warga sipil barat lebih banyak dipengaruhi pikiran oleh media yang dikuasai lobi zionis.

Tentu masih orang baik-baik seperti George Gollawau pahlawan kapal-kapal penembus dan kebebasan blockade Gaza atau sebagian aleg-aleg di parlemen, jurnalis dan intelek barat. Kedua, konflik itu hampir hilang dari kesadaran kita, namun semakin kuat kesadaran konflik itu di pihak musuh kita. Entah karena rayuan waham perdamaian atau pembenaran dalam menggelar kejahatan.

Misalnya, dokumen yang digelar Wikileaks, dinilai oleh sebagian pemikir kita sebagai upaya konspirasi membidik Nuri Maliki. Ketiga, di mata lawan kita, konflik itu dianggap sebagai konflik agama dan eksistensi karena perbedaan dan fanatisme serta persiapan untuk menghadapi perang Armagedon dimana jutaan dari kita akan terbunuh; seperti kata mitos Taurat dan para pendahulu Amerika seperti Bush dan Reigen.

Anehnya, justru kita umat Islam dan Arab seakan haram — dalam konfrontasi ini — menyebut-nyebut agama kita. Lihat bagaimana rabi-rabi yahudi menjadi pemimpin di negeri mereka, kita lihat bagaimana barat melakukan kekerasan dan perusakan terhadap menara-menara Islam, hijab wanita muslimah, Nabi Islam Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam, bagaimana Angelia Mircel, presiden Jerman memberikan penghargaan kepada kartunis Denmark yang menistakan Rasulullah.

Cirri keempat, ini adalah konflik abadi bagi kita dan bagi mereka. Konflik itu hanya berakhir jika salah satu kelompok kalah dan meninggalkan daerah konfrontasi. Jika Jerusalem Al-Quds Terjajah dianggap musuh sebagai "garis merah" maka bagi kita juga demikian, demikian juga Palestina.

Sayangnya justru di antara kita mengira perundingan menjadi solusi, padahal sejak Israel berdiri selama puluhan tahun, pengalaman pahit kita dengan perundingan tidak pernah memberikan pelajaran. Realita lain, umat Islam ini mampu mewujudkan kemenangan dan siap melakukannya. Gaza dan Hamas adalah contoh, demikian juga Libanon dan perlawanan Islam di sana, juga perlawanan Irak, Afganistan dan Somalia. Hanya saja, keberhasilan perlawanan dalam mewujudkan kemenangan atau capaian penting terkait erat dengan "eksistensi masyarakat yang melindungi perlawanan dan membelanya".

Bukan kebetulan jika sejumlah kemenangan perlawana terwujud padahal tidak ada Negara sentral yang kuat. Ini menegaskan, perimbangan kekuatan perlawanan dan gerakan pembebasan tidak selalu berbarengan dengan adanya Negara resmi. Ini yang harus dipahami. Akhirnya, jika sudah banyak fakta dan data terkuat soal konflik ini, barangkali kita perlu berusaha untuk meyakinkan lagi kepada khalayak bahwa bahwa fakta itu ada.

Apakah kita sadar atas realitas dan fakta konflik itu yang ada di sekitar kita??

HAVELLS SWITCHGEAR PRICE LIST 2015 PDF

Majalah Tarbawi

Kemarahan Allah tergantung kemarahan orang tua" HR. Turmudzi dari Umar bin Khattab Cinta Orangtua pada kita adalah utang yang tak pernah mereka tagih, tapi juga tak pernah bisa kita lunasi" Kisah orang-orang dalam edisi khusus Ramadhan ini, mungkin tidak semuanya terangkum dalam pilihan kata yang syahdu. Tidak semua mereka bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Merasa dan bicara memang dua hal yang berbeda.

APTANA STUDIO 3 DOCUMENTATION PDF

Majalah Tarbawi, Sebelum Hoaks dan Kebencian Merajalela

.

78L05A SOP-8 PDF

Sabili Online

.

EVERMOTION ARCHINTERIOR VOL 27 PDF

.

Related Articles