LESI PRAKANKER SERVIKS PDF

Jika tidak ditangani dengan baik, ada kemungkinan kondisi ini akan berubah menjadi penyakit kanker serviks. Bagaimana cara untuk mendeteksi gejala adanya lesi pra kanker serviks? Artikel ini akan menjelaskan apa sebenarnya kondisi prakanker serviks itu, bagaimana kita bisa mendeteksi kondisi ini, dan apa pengobatan yang dianjurkan untuk menanganinya. Kondisi pra kanker serviks jauh lebih mudah disembuhkan daripada yang sudah menjadi kanker. Apa Itu Pra Kanker Serviks? Kondisi prakanker serviks adalah perubahan atau mutasi yang terjadi pada sel-sel di serviks yang membuat mereka rentan menjadi sel-sel kanker.

Author:Akinomuro Takree
Country:Argentina
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):2 September 2016
Pages:125
PDF File Size:10.56 Mb
ePub File Size:9.47 Mb
ISBN:266-2-88178-426-4
Downloads:92734
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Daihn



Sifat umum penyakit kanker adalah pertumbuhan yang berlebihan, gangguan diferensiasi sel, bersifat invasi, bersifat metastatic, bersifat herediter, terjadi pergeseran metabolisme menuju makromolekul dalam bentuk nukleosida dan asam amino yang meningkatkan kebutuhan karbohidrat untuk pertumbuhannya.

Di negara berkembang keganasan pada serviks merupakan penyebab kematian wanita karena kanker terbanyak sedangkan di negara maju menjadi penyebab kematian nomor dua. Di Indonesia, Departemen Kesehatan RI tahun mencatat kanker serviks sebagai urutan pertama kanker yang diderita wanita dengan rata-rata usia penderita didiagnosa pada umur diatas 50 tahun, namun kanker ini dapat saja muncul dini pada wanita di usia an tahun..

Setiap tahun di seluruh dunia terdapat Perbedaan yang besar ini disebabkan oleh penggunaan metode skrining massal yang sudah efektif. Sebagian kasus kanker serviks pada negara berkembang terdiagnosis pada stadium lanjut.

Faktor-faktor yang berperan dalam hal ini adalah kurang efektifnya program skrining baik infrastruktur, tehnik dan organisasinya. Penyebab lain adalah faktor geografis, finansial dan budaya.

Wanita dengan kanker serviks tampaknya belum merasakan gejala pada stadium dini penyakit dan sebagian besar mencari pertolongan saat mereka gejala sudah muncul. Penyakit ini memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi jika dapat didiagnosa sebelum berkembang menjadi kanker invasif, melalui operasi, radioterapi serta kemoterapi.

Namun demikian, kanker serviks invasif tetap memiliki angka kematian yang signifikan bahkan tertinggi pada penyakit kanker wanita. Para ilmuwan yakin bahwa beberapa perubahan abnormal pada sel-sel serviks merupakan langkah awal dari serangkaian perubahan yang berjalan lambat, yang beberapa tahun kemudian bisa menyebabkan kanker.

Saat ini telah digunakan istilah yang berbeda untuk perubahan abnormal pada sel-sel di permukaan serviks, salah satu diantaranya adalah lesi skuamosa intraepitel lesi artinya kelainan jaringan, intraepitel artinya sel-sel yang abnormal hanya ditemukan di lapisan permukaan. Proses perubahan sel kolumner endoserviks menjadi sel skuamosa ektoserviks terjadi secara fisiologik pada setiap wanita yang disebut sebagai proses metaplasia.

Karena adanya faktor-faktor risiko yang bertindak sebagai ko-karsinogen, proses metaplasia fisiologis ini dapat berubah menjadi proses displasia yang bersifat patologis. Perubahan pada sel-sel ini bisa dibagi ke dalam 2 kelompok: Lesi tingkat rendah Merupakan perubahan dini pada ukuran, bentuk dan jumlah sel yang membentuk permukaan serviks. Beberapa lesi tingkat rendah menghilang dengan sendirinya.

Tetapi yang lainnya tumbuh menjadi lebih besar dan lebih abnormal, membentuk lesi tingkat tinggi. Lesi tingkat rendah juga disebut displasia ringan atau neoplasia intraepitel servikal 1 NIS 1. Lesi tingkat rendah paling sering ditemukan pada wanita yang berusia tahun, tetapi juga bisa terjadi pada semua kelompok umur. Lesi tingkat tinggi : ditemukan sejumlah besar sel prekanker yang tampak sangat berbeda dari sel yang normal. Perubahan prekanker ini hanya terjadi pada sel di permukaan serviks.

Selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sel-sel tersebut tidak akan menjadi ganas dan tidak akan menyusup ke lapisan serviks yang lebih dalam. Lesi tingkat tinggi juga disebut displasia menengah atau displasia berat, NIS 2 atau 3, atau karsinoma in situ. Lesi tingkat tinggi paling sering ditemukan pada wanita yang berusia tahun. Jika sel-sel abnormal menyebar lebih dalam ke dalam serviks atau ke jaringan maupun organ lainnya, maka keadaannya disebut kanker serviks atau kanker serviks invasif.

Kanker serviks paling sering ditemukan pada usia diatas 40 tahun. Lesi prakanker serviks tersebut di atas dibagi menjadi : CIN I : sesuai dengan displasia ringan. CIN II :sesuai dengan displasia sedang. Perkembangan Ca serviks Lamanya waktu yang diperlukan untuk perkembangan dari CIN I atau displasia ringan sampai menjadi karsinoma insitu dapat dilihat pada tabel 1.

ARTICULACION CHOPART LISFRANC PDF

Pra Kanker Serviks: Deteksi Saat Masih Mudah Diobati!

Sifat umum penyakit kanker adalah pertumbuhan yang berlebihan, gangguan diferensiasi sel, bersifat invasi, bersifat metastatic, bersifat herediter, terjadi pergeseran metabolisme menuju makromolekul dalam bentuk nukleosida dan asam amino yang meningkatkan kebutuhan karbohidrat untuk pertumbuhannya. Di negara berkembang keganasan pada serviks merupakan penyebab kematian wanita karena kanker terbanyak sedangkan di negara maju menjadi penyebab kematian nomor dua. Di Indonesia, Departemen Kesehatan RI tahun mencatat kanker serviks sebagai urutan pertama kanker yang diderita wanita dengan rata-rata usia penderita didiagnosa pada umur diatas 50 tahun, namun kanker ini dapat saja muncul dini pada wanita di usia an tahun.. Setiap tahun di seluruh dunia terdapat Perbedaan yang besar ini disebabkan oleh penggunaan metode skrining massal yang sudah efektif. Sebagian kasus kanker serviks pada negara berkembang terdiagnosis pada stadium lanjut. Faktor-faktor yang berperan dalam hal ini adalah kurang efektifnya program skrining baik infrastruktur, tehnik dan organisasinya.

EADWEARD MUYBRIDGE THE HUMAN AND ANIMAL LOCOMOTION PHOTOGRAPHS PDF

Pengelolaan Lesi Prakanker Serviks

Biopsy result was considered as gold standard. Visual acetic acid inspection IVA for early cervix pre cancer lesion detectionBackground: A hundred and twenty subjects who fullfilled inclution criteria had Pap test, VIA and four quadrant biopsy. The housewife is a group of women who are at risk for sexually transmitted infections. In this study, researchers took a sample size of 53 samples.

EFY MEDLEY PDF

Equality PDF

Tujuh puluh persen kanker serviks di Indonesia ditemukan dalam stadium lanjut. Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan pengelolaan kanker serviks adalah USAha penemuan stadium prakanker dan stadium dini serta bagaimana pengelolaannya. Sedangkan jika pengelolaan pada stadium lanjut akan memberikan hasil yang kurang baik, di samping biaya yang cukup tinggi. Sampai saat ini, pemeriksaan sitologi dengan test Pap masih merupakan pemeriksaan standar untuk deteksi dini keganasan serviks. Sejak , WHO merekomendasikan suatu pendekatan alternatif bagi negara yang sedang berkembang dalam deteksi dini kanker serviks dengan konsep inspeksi visual dengan asam asetat IVA. Karena tidak dapat diketahui risiko untuk menjadi progresif dari semua tingkatan lesi prekursor maka semua lesi NIS sebaiknya diobati. Berdasarkan perjalanan alamiah dari NIS, disimpulkan bahwa makin rendah derajat kelainan maka makin besar kemungkinan regresi menjadi normal.

CANON ELURA 85 MANUAL PDF

HPV berbentuk ikosahedral dengan ukuran 55 nm, memiliki 72 kapsomer dan 2 protein kapsid. Infeksi virus HPV telah dibuktikan menjadi penyebab lesi prekanker, kondiloma akuminatum, dan kanker. Meskipun HPV pada umumnya menyerang wanita tetapi virus ini juga mempunyai peranan dalam timbulnya kanker pada anus, vulva, vagina, penis dan beberapa kanker orofaring. Terdapat strain HPV yang sudah dapat diidentifikasi, 30 diantaranya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Walaupun umumnya HPV ditularkan melalui kontak seksual, tidak seorang dokter pun dapat memperkirakan kapan infeksi itu terjadi. Kebanyakan infeksi HPV juga dapat mengalami remisi setelah beberapa tahun. Beberapa diantaranya akan menetap tanpa atau dengan menyebabkan abnormalitas pada sel.

Related Articles