ASKEP HEMATEMESIS PDF

Hematemesis Melena A. Hematesis melena merupakan suatu perdarahan saluran cerna bagian atas SCBA yang termasuk dalam keadaan gawat darurat yang dapat terjadi karena pecahnya varises esofagus, gastritis erosif, atau ulkus peptikum. Arief Mansjoer, : Hematemesis didefinisikan sebagai mutah darah dan melena sebagai berak berwarna hitam, lembek karena mengandung darah yang sudah berubah bentuk acid hematin. I Made Bakta, B. Kelainan esofagus: varise, esofagitis, keganasan. Kelainan lambung dan duodenum: tukak lambung dan duodenum, keganasan dan lain-lain.

Author:Barn Voodooran
Country:Dominican Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):24 May 2006
Pages:339
PDF File Size:4.1 Mb
ePub File Size:7.97 Mb
ISBN:610-1-32194-616-7
Downloads:39234
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zutilar



Hematemesis Melena A. Hematesis melena merupakan suatu perdarahan saluran cerna bagian atas SCBA yang termasuk dalam keadaan gawat darurat yang dapat terjadi karena pecahnya varises esofagus, gastritis erosif, atau ulkus peptikum.

Arief Mansjoer, : Hematemesis didefinisikan sebagai mutah darah dan melena sebagai berak berwarna hitam, lembek karena mengandung darah yang sudah berubah bentuk acid hematin. I Made Bakta, B. Kelainan esofagus: varise, esofagitis, keganasan. Kelainan lambung dan duodenum: tukak lambung dan duodenum, keganasan dan lain-lain.

Penyakit darah: leukemia, DIC disseminated intravascular coagulation , purpura trombositopenia 4. Penyakit sistemik lainnya: uremik, dan lain-lain. Pemakaian obat-obatan yang ulserogenik: golongan salisilat, kortikosteroid, alkohol, dan lai-lain. Penting sekali menentukan penyebab dan tempat asal perdarahan saluran makan bagian atas, karena terdapat perbedaan usaha penanggulangan setiap macam perdarahan saluran makan bagian atas.

Pada umumnya sifat perdarahan timbul spontan dan masif. Darah yang dimuntahkan berwarna kehitam-hitaman dan tidak membeku karena sudah bercampur dengan asam lambung. Disamping mengeluh disfagia, badan mengurus dan anemis, hanya sesekali penderita muntah darah dan itupun tidak masif. Biasanya disebabkan oleh karena terlalu sering muntah - muntah hebat dan terus - menerus. Tukak di esophagus jarang sekali mengakibatkan perdarahan jika dibandingka dengan tukak lambung dan duodenum.

Sebelum muntah penderita mengeluh nyeri ulu hati. Sifat hematemesis tidak begitu masif dan melena lebih dominan dari hematemesis. PATOFISIOLOGI Usaha mencari penyebab perdarahan saluran makanan dapat dikembalikan kepada factor-faktor penyebab perdarahan, antara lain : factor pembuluh darah vasculopathy seperti pada tukak peptic, pecahnya varises esophagus; factor trobosit thrombopathy seperti pada ITP, factor kekurangan zat-zat pembentuk darah coagulopathy seperti pada hemophilia, sirosis hati dan lain-lain.

Malahan pada serosis hati dapat terjadi ketiganya : vasculopathy, pecahnya varises esophagus, thrombopathy, terjadinya pengurangan trombosit di sirkulasi perifer akibat hipersplenisme, dan terdapat pula coagulophaty akibat kegagalan sel-sel hati.

Khusus pada pecahnya varises esophagus ada 2 teori, yaitu teori erosi yaitu pecahnya pembuluh darah karena erosi dari makanan yang kasar berserat tinngi dan kasar , atau minum OAINS NSAID , dan teori erupsi karena tekanan vena porta yang terlalu tinggi, yang dapat pula dicetuskan oleh peningkatan tekanan intra abdomen yang tiba-tiba seperti pada mengejan, mengangkat barang berat, dan lain-lain.

Perdarahan saluran makan dapat pula dibagi menjadi perdarahan primer, seperti pada : hemophilia, ITP, hereditary haemorrhagic telangiectasi, dan lain-lain. Dapat pula secara sekunder, seperti pada kegagalan hati, uremia, DIC, dan iatrigenic seperti penderita dengan terapi antikoagulan, terapi fibrinolitik, drug-induce thrombocytopenia, pemberian transfuse darah yang massif, dan lain-lain.

I Made Bakta, Adanya riwayat dyspepsia memperberat dugaan ulkus peptikum. Begitu juga riwayat muntah-muntah berulang yang awalnya tidak berdarah, konsumsi alkohol yang berlebihan mengarahkan ke dugaan gastritis serta penyakit ulkus peptikum. Adanya riwayat muntah-muntah berulang yang awalnya tidak berdarah lebih kearah Mallory-Weiss. Perdarahan yang berat disertai adanya bekuan dan pengobatan syok refrakter meningkatkan kemungkinan varises. Adanya riwayat pembedahan aorta abdominalis sebelumnya meningkatkan kemungkinan fistula aortoenterik.

Pada pasien usia muda dengan riwayat perdarahan saluran cerna bagian atas singkat berulang sering disertai kolaps hemodinamik dan endoskopi yang normal, harus dipertimbangkan lesi Dieulafoy adanya arteri submukosa, biasanya dekat jantung, yang dapat menyebabkan perdarahan saluran pencernaan intermitten yang banyak. Gejala yang sering menyertai antara lain adalah : sincop, kepala terasa ringan, mual, berkeringat dan haus. KOMPLIKASI Komplikasi yang bisa terjadi pada pasien Hematemesis Melena adalah koma hepatik suatu sindrom neuropsikiatrik yang ditandai dengan perubahan kesadaran, penurunan intelektual, dan kelainan neurologis yang menyertai kelainan parenkim hati , syok hipovolemik kehilangan volume darah sirkulasi sehingga curah jantung dan tekanan darah menurun , aspirasi pneumoni infeksi paru yang terjadi akibat cairan yang masuk saluran napas , anemi posthemoragik kehilangan darah yang mendadak dan tidak disadari.

Pengobatan penderita perdarahan saluran makan bagian atas meliputi : 1. Pengawasan dan pengobatan umum a. Penderita harus diistirahatkan mutlak, obat-obat yang menimbulkan efek sedatif morfin, meperidin dan paraldehid sebaiknya dihindarkan.

Penderita dipuasakan selama perdarahan masih berlangsung dan bila perdarahan berhenti dapat diberikan makanan cair.

Pengawasan tekanan darah, nadi, kesadaran penderita dan bila perlu dipasang CVP monitor. Pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit perlu dilakukan untuk mengikuti keadaan perdarahan. Dilakukan klisma atau lavemen dgn air biasa disertai pemberian antibiotika yg tidak diserap oleh usus, sebagai tindadakan sterilisasi usus. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan produksi amoniak oleh bakteri usus, dan dapat menimbulkan ensefalopati hepatik.

Pemasangan pipa naso-gastrik Tujuan pemasangan pipa naso gastrik adalah untuk aspirasi cairan lambung, lavage kumbah lambung dengan air , dan pemberian obat-obatan. Kumbah lambung ini akan dilakukan berulang kali memakai air sebanyak ml sampai cairan aspirasi berwarna jernih dan bila perlu tindakan ini dapat diulang setiap jam. Pemeriksaan endoskopi dapat segera dilakukan setelah cairan aspirasi lambung sudah jernih. Pemberian pitresin vasopresin Pitresin mempunyai efek vasokoktriksi, pada pemberian pitresin per infus akan mengakibatkan kontriksi pembuluh darah dan splanknikus sehingga menurunkan tekanan vena porta, dengan demikian diharapkan perdarahan varises dapat berhenti.

Perlu diingat bahwa pitresin dapat menrangsang otot polos sehingga dapat terjadi vasokontriksi koroner, karena itu harus berhati-hati dengan pemakaian obat tersebut terutama pada penderita penyakit jantung iskemik. Sebaiknya pemasangan SB tube dilakukan sesudah penderita tenang dan kooperatif, sehingga penderita dapat diberitahu dan dijelaskan makna pemakaian alat tersebut, cara pemasangannya dan kemungkinan kerja ikutan yang dapat timbul pada waktu dan selama pemasangan. Beberapa peneliti mendapatkan hasil yang baik dengan pemakaian SB tube ini dalam menanggulangi perdarahan saluran makan bagian atas akibat pecahnya varises esofagus.

Komplikasi pemasangan SB tube yang berat seperti laserasi dan ruptur esofagus, obstruksi jalan napas tidak pernah dijumpai. Tindakan ini tidak memerlukan narkose umum dan dapat diulang beberapa kali. Cara pengobatan ini sudah mulai populer dan merupakan salah satu pengobatan yang baru dalam menanggulangi perdarahan saluran makan bagian atas yang disebabkan pecahnya varises esofagus.

Tindakan operasi Bila usaha-usaha penanggulangan perdarahan diatas mengalami kegagalan dan perdarahan tetap berlangsung, maka dapat dipikirkan tindakan operasi. Tindakan operasi yang basa dilakukan adalah : ligasi varises esofagus, transeksi esofagus, pintasan porto-kaval. Operasi efektif dianjurkan setelah 6 minggu perdarahan berhenti dan fungsi hari membaik.

Selain cara-cara tersebut diatas, adapula metode lain untuk menghentikan perdarahan varises esophagus, antara lain : a. Cyanoacrylate glue injection, memakai semacam lem jaringan His-toacryl R yang langsung disuntikkan intravena. Endoscopic band ligator Sedangkan pada perdarahan non variceal, dapat dilakukan tindakan-tindakan sebagai berikut : a. Laser photo coagulation.

AL KHULASAH PDF

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hematemesis Melena

Pusat dari koordinasi tubuh yang mengalami kerusakan maka akan membawa dampak yang fatal bagi fungsi lainnya Misalnya jika gangguan terjadi pada otak sebelah kiri yang merupakan pusat pengaturan bahasa maka orang yang terkena akan mengalami gangguan berbicara. Kerusakan yang terjadi pada otak dapat mengakibatkan gangguan pada persepsi dan sensori. SOL Space Occupying Lesion merupakan generalisasi masalah tentang adanya lesi pada ruang intracranial khususnya yang mengenai otak. Banyak etiologi yang dapat menimbulkan lesi pada otak seperti kuntusio serebri, hematoma, infark, abses otak dan tumor intra kranial. Long, C ; Tanda dan gejala yang muncul adalah adanya peningkatan tekanan intracranial sehingga penderitanya akan mengalami sakit kepala yang sangat hebat. Selain itu gejala dari Space Occupying Lesion ini terlokalisasi yaitu spesifik sesuai dengan daerah otak yang terkena.

GEMINI DRP-1 MANUAL PDF

Asuhan Keperawatan Askep Pada Pasien Dengan Hematemesis Melena Pengertian Hematemesis Melena Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran faeses atau tinja yang berwarna hitam seperti ter yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran makan bagian atas. Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal. Biasanya terjadi hematemesis bila ada perdarahan di daerah proksimal jejunun dan melena dapat terjadi tersendiri atau bersama-sama dengan hematemesis. Paling sedikit terjadi perdarahan sebanyak ml, baru dijumpai keadaan melena. Banyaknya darah yang keluar selama hematemesis atau melena sulit dipakai sebagai patokan untuk menduga besar kecilnya perdarahan saluran makan bagian atas. Hematemesis dan melena merupakan suatu keadaan yang gawat dan memerlukan perawatan segera di rumah sakit.

Related Articles