AKUNTANSI MANAJEMEN HANSEN MOWEN PDF

Ebook Managerial Accounting Hansen Mowen 8th Edition Plus Key Answers Managerial Accounting 7th Edition by Hansen Mowen Short Description : Penekanan buku ini adalah pada penggunaan informasi akuntansi dalam lingkungan bisnis saat ini, sehingga buku teks ini menyediakan berbagai topik dan perkembangan terkini dalam bidang akuntansi keuangan. Buku ini layak dibaca oleh mahasiswa dengan berbagai latar belakang berbeda. Buku Akuntansi Manajemen edisi 7 mengatasi kendala para mahasiswa, yang sering kali sulit untuk mengapresiasi nilai konsep yang diajarkan dengan menggunakan skenario pembuka bab yang didasarkan pada latar belakang dunia nyata, foto-foto yang mengilustrasikan aplikasi praktis atas konsep-konsep akuntansi manajemen, serta berbagai contoh realistis yang mengilustrasikan konsep-konsep yang terdapat dalam bab-bab tersebut. Dengan mempertimbangkan bahwa manajemen yang efektif membutuhkan pemahaman secara baik mengenai bagaimana menggunakan informasi akuntansi, buku ini seharusnya dapat memicu ketertarikan para mahasiswa dari jurusan akuntansi dan nonakuntansi.

Author:Nakazahn Dulmaran
Country:Puerto Rico
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):14 March 2018
Pages:223
PDF File Size:14.1 Mb
ePub File Size:13.21 Mb
ISBN:999-1-15101-930-6
Downloads:45640
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Negami



Pengungkapan pemegang saham dan pihak luar. Pengungkapan entitas organisasi bagi karyawan. Perlindungan atas asset organisasi. Informasi akuntansi pertanggungjawaban Responbility Accounting Information sebagai misal informasi pertanggungjawaban dari wewenang manajer. Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan yang dapat Anda ketahui: Pengguna utama Untuk akuntansi manajemen lebih fokus terhadap kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna internal.

Sedangkan akuntansi keuangan akan lebih berfokus fokus terhadap kebutuhan informasi untuk pengguna eksternal. Pembatasan untuk masukan dan juga proses Untuk akuntansi manajemen, ini tidak bergantung pada prinsip dasar akuntansi yang diterima secara umum. Sedangkan akuntansi keuangan memiliki lembaga khusus yang bertugas mengatur format, aturan, isi dan lain sebagainya. Akuntansi keuangan terdapat regulasi sedangkan akuntansi manajemen tidak memiliki regulasi.

Di dalam akuntansi manajemen, sistem dan juga informasi ditentukan langsung oleh manajemen. Tujuannya tentu untuk menemukan kebutuhan strategik serta operasional. Cakupan Akuntansi keuangan berisi cakupan mengenai laporan organisasi secara menyeluruh. Sedangkan akuntansi manajemen memberitahukan keputusan serta tindakan yang diambil.

Sifat informasi Perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan berikutnya yaitu jika akuntansi manajemen memiliki sifat informasi yang lebih subjektif, akuntansi keuangan lebih objektif. Akuntansi manajemen mempertimbangkan semua hal dengan relevan, valid dan juga akurat. Sedangkan akuntansi keuangan sifat informasinya dapat di audit, konsisten, tepat dan reliable. Tipe informasi Akuntansi keuangan hanya mengukur mengenai keuangan saja.

Sedangkan akuntansi manajemen mengukur keuangan dan operasional serta pengukuran fisik proses, supplier, teknologi, kompetitor dan juga pelanggan. Waktu Secara garis besar, akuntansi keuangan memiliki orientasi waktu yang terlambat atau historis. Fungsi dari akuntansi ini adalah untuk menuliskan kegiatan-kegiatan yang sudah terjadi. Sedangkan akuntansi manajemen waktunya adalah saat ini serta orientasi masa yang akan datang. Fungsi akuntansi ini adalah untuk menekankan penyediaan informasi dan juga kegiatan di masa yang akan datang.

Perbandingan Antara Akuntansi Keuangan Dengan Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan Laporan yang di hasilakan di berikan ke pihak yang berada di dalam dan di luar organisasi. Memberikan suatu ikhtisar tentang hasil keuangan dan juga aktivitas yang ada di masa lalu. Lebih menekan kepada objektivitas dan juga data keuangannya dapat di verifikasi. Informasi yang di perlukan haruslah akurat. Data yang di susun adalah data keuangan dari perusahaan semua yang ada.

Patuh pada suatu Prinsip Akuntansi yang Bersifat Umum. Sifatnya adalah wajib yaitu berupa laporan yang bersifat eksternal. Akuntansi Manajemen Laporan yang di hasilkan di berikan ke pihak yang berada di dalam saja atau pihak internal. Pengambilan keputusan yang di lakukan harus mempengaruhi masa depan. Bersifat relevansi dan fleksibelitas pada data yang ada. Informasi yang di hasilkan haruslah tepat waktu. Susunannya sangatlah detail yang di peruntukkan departemen, peroduk yang di hasilkan, konsumen yang membeli barang dan juga karyawan yang berkerja.

Tidak terpengaruh oleh Prinsip Akuntansi yang Bersifat Umum. Sifatnya tidaklah wajib. Prinsip Manajemen Keuangan Manajemen keuangan tidak hanya berbicara tentang pencatatan akuntansi saja. Lebih dari itu, manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan yang hanya menjadi urusan orang orang keuangan. Didalam prakteknya, manajemen keuangan muncul untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.

Untuk itu diperlukan prinsip-prinsip keuangan yang mendasarinya, diantaranya : Consistency Prinsip Konsistensi Kebijakan dan sistem keuangan perusahaan penerapannya harus konsisten, tidak berubah-ubah dari periode ke periode.

Namun perlu diingat bahwa sistem dan kebijakan keuangan yang telah diambil bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian keuangan apabila terjadi perubahan yang signifikan pada kondisi perusahaan Perubahan tersebut hendaknya diumukan disertai dengan alasan yang jelas dan bisa diterima.

Kebijakan keuangan yang tidak konsisten bisa mengindikasikan bahwa terdapat manipulasi didalam pengelolaan keuangan perusahaan. Accountability Prinsip Akuntabilitas Prinsip akuntabilitas adalah sebuah kewajiban hukum maupun moral yang melekat pada tiap tiap individu, kelompok maupun perusahaan dalam memberikan penjelasan bagaimana penggunaan dana atau kewenangan yang telah diberikan. Tiap individu atau kelompok harus bisa menjelaskan mengenai penggunaan dana dan hal hal apa saja yang telah dicapainya.

Prinsip ini dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak yang berkepentingan supaya semua mengetahui bagaimana kewenangan dan dana yang didapat tersebut dipergunakan.

Transparancy Prinsip Transparansi Manajemen harus terbuka terhadap pekerjaanya, memberi informasi tentang semua kegiatan yang dilakukan kepada yang berkepentingan. Termasuk memberi laporan keuangan yang lengkap, wajar, tepat waktu dan akurat yang bisa diakses dengan mudah oleh pihak yang membutuhkan.

Penyimpangan terhadap prinsip transparansi ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen telah menyembunyikan sesuatu, dan hal seperti ini sangat bisa merusak perusahaan. Viability Prinsip Kelangsungan Hidup Seluruh pengeluaran operasional maupun yang berada ditingkat yang strategis harus disesuiakan dengan dana yang ada, hal ini harus dilakukan supaya kesehatan keuangan perusahaan bisa tetap terjaga.

Pemilik perusahaan tentu ingin kelangsungan usahanya tidak berhenti, beroperasi terus menerus secara berkelanjutan. Manajemen keuangan wajib menyusun rencana keuangan yang bisa menunjukkan sejauh mana sebuah perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya dalam memeuhi kebutuhan keuangan yang diperlukan. Integrity Prinsip Integritas Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

Selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan memberikan informasi keuangan yang lengkap dan tingkat keakuratan yang tinggi pada pencatatan keuangan perusahaan. Stewardship Prinsip Pengelolaan Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan efektif dana yang sudah didapat dan menjamin dana yang diperoleh tersebut akan digunakan sebaik mungkin.

Accounting Standards Prinsip Standar Akuntansi Sistem akuntansi keuangan yang digunakan harus sesuai dengan prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku umum. Prinsip ini bertujuan supaya laporan keuangan yang dihasilkan manajemen bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan.

Saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik bisa dicerminkan dari harga pasar perusahaan itu. Sedangkan harga perusahaan tersebut adalah hasil dari usaha manajemen dalam memperoleh pendanaan, hasil dari keputusan investasi dan semua kegiatannya dalam mengelola aset perusahaan. Peranan Akuntansi Manajemen Peranan akuntansi pada umumnya, dan manajemen pada khususnya sangat penting dalam menyediakan informasi bagi masyarakat secara keseluruhan, terutama bagi pengambil keputusan, para manajer, dan profesional.

Akuntansi manajemen memiliki tanggung jawab dalam mediator konflik. Hal ini berarti bahwa akuntansi manajemen dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan agar sumber-sumber ekonomi yang dikuasainya atau kekayaan perusahaan dapat dialokasikan dan di transformasikan secara lebih efektif serta efisien, termasuk pula tanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai aspek-aspek disfungsional yang ditimbulkan oleh konflik-konflik intra organisasi.

Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi memiliki dua subsistem utama, yaitu sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi keuangan. Kedua sistem akuntansi tersebut berbeda tujuan, sifat masukan dan jenis proses yang digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Adapun sistem informasi akuntansi keuangan digunakan bagi pihak eksternal, sedangkan sistem informasi akuntansi manajemen digunakan bagi pihak internal.

Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakai intern para manajer dan profesional untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu sehingga mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas-aktivitas seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan informasi.

Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh kriteria formal apapun yang mendefinisikan sifat dari proses, masukan, atau keluarannya sehingga kriterianya fleksibel dan berdasarkan pada tujuan manajemen. Sistem akuntansi manajemen memiliki tiga tujuan umum : Hansen, Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk, atau objek lainnya yang ditentukan oleh manajemen. Oleh karenanya, implementasi penyediaan informasi untuk perhitungan-perhitungan biaya oleh manajemen digunakan untuk mengevaluasi ketepatan keputusan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan laba.

Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. Oleh karenanya, informasi dibutuhkan untuk mengidentifikasi berbagai peluang untuk perbaikan dan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam mengimplementasikan berbagai tindakan yang didesain untuk menciptakan perbaikan.

Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pentingnya pengambilan keputusan dengan memilih atau beberapa strategi yang paling masuk akal dalam memberikan jaminan pertumbuhan dan kelangsungan hidup jangka panjang bagi perusahaan.

Dalam sebuah sistem informasi akuntansi manajemen, masukan input berupa kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan.

Di dalam proses process terjadi aktivitas pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan data atau informasi. Setelah melalui proses, maka menghasilkan keluaran output berupa laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja dan komunikasi pribadi.

Hasil keluaran tersebut akan digunakan oleh pihak intern dalam pengambilan keputusan. Penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen tidak hanya digunakan pada perusahaan manufaktur, tetapi juga digunakan pada perusahaan perdagangan, jasa dan nirlaba. Mulyadi mengemukakan bahwa terdapat dua garis besar peranan dari akuntansi manajemen, antara lain : Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi Peran akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam perusahaan dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan : Pencatat skor score keeping Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen melakukan perencanaan aktivitas dan pengendalian pelaksanaan rencana aktivitasnya.

Akuntansi manajemen berperan dalam menyediakan informasi keuangan bagi penyusun rencana aktivitas, yang memberikan informasi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya kepada berbagai aktivitas yang direncanakan.

Akuntansi manajemen juga berperan besar dalam menyajikan informasi umpan balik kepada manajemen mengenai pelaksanaan rencana aktivitas yang telah disusun. Akuntansi manajemen mencatat skor dan mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun. Untuk memenuhi fungsi sebagai pencatat skor bagi manajemen, akuntansi manajemen harus memenuhi persyaratan : teliti, relevan, dan andal reliable.

Penarik perhatian manajemen attention directing Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen, agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi.

Tahap perkembangan ini hanya dapat dicapai, jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi pencatat skor yang baik. Penyedia informasi untuk pemecah masalah problem solving Tahap perkembangan ini merupakan akibat lebih lanjut dari status perkembangan yang sebelumnya telah dicapai, yaitu sebagai pencatat skor dan sebagai penarik perhatian.

Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntan manajemen, maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain, yang menambah pengetahuan.

Informasi diperlukan oleh manusia untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang, yang mengandung ketidakpastian, dan selalu menyangkut pemilihan suatu alternatif tindakan diantara sekian banyak alternatif yang tersedia.

Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu berusaha mengumpulkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya dalam memilih alternatif tindakan tersebut. Mereka membantu orang-orang yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan tujuan dasar organisasi Hansen, Posisi yang bertanggungjawab langsung pada tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi lini line position dan posisi yang sifatnya mendukung dan tidak bertanggungjawab secara langsung terhadap tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi staf staff position.

Akuntan manajemen bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan dasar organisasi. Akuntan manajemen berfungsi sebagai anggota staf dari organisasi dan bertanggung jawab menyediakan informasi. Semua praktik akuntansi manajemen dikembangkan untuk membantu manajer memaksimumkan laba. Secara tradisional, kinerja ekonomi perusahaan menjadi pertimbangan utama.

Oleh karenanya, manajer dan akuntan manajemen seharusnya tidak terlalu berfokus pada laba yang akan mengakibatkan mereka membangun suatu keyakinan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah memaksimumkan kekayaan bersih. Tujuan memaksimumkan laba harus dibatasi dengan persyaratan bahwa laba dicapai dengan cara-cara yang legal dan etis, sesuai dengan kode etik perusahaan atau standar etika tertentu.

LEONARD SUSSKIND THE COSMIC LANDSCAPE PDF

Akuntansi Manajemen

.

ALARMA THUNDER TM 08 PDF

Managerial Accounting Akuntansi Manajerial (Buku 1) - Hansen/ Mowen

.

Related Articles